TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Menghadapi Musibah Dalam Perspektif Iman: Ajaran Nabi dan Para Sahabat

×

Menghadapi Musibah Dalam Perspektif Iman: Ajaran Nabi dan Para Sahabat

Sebarkan artikel ini
Menghadapi Musibah Dalam Perspektif Iman: Ajaran Nabi dan Para Sahabat
IKLAN
Ukuran teks

Orang sabar tidak menyalahkan lingkungan, atasan, atau pemerintah. Mereka tidak meratapi nasib.

Sebaliknya, orang yang belum dewasa selalu menyalahkan orang lain. Mereka termasuk “alladziina yai’asuuna min rahmatillah” (orang yang putus asa dari rahmat Allah).

Kunci Menghadapi Musibah

“Waman yu’min billahi yahdi qalbah” (Barangsiapa beriman kepada Allah, Allah akan memberi petunjuk pada hatinya).

iklan

Kuncinya ada di kalbu. Hati yang mengenal Allah akan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan.

Amalkan zikir: “Radhitu billahi rabba” (Aku ridha Allah sebagai Tuhan). Rida berarti menerima dengan lapang dada.

Mendidik Anak Menghadapi Musibah

Sesekali sulitkan hidup anak agar mereka siap menghadapi kenyataan. Anak yang terbiasa hidup sederhana akan siap menjadi orang kaya.

Sebaliknya, anak yang dimanja dengan fasilitas akan rapuh ketika menghadapi kesulitan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ajaaban li amril mu’min” (Sungguh menakjubkan urusan orang beriman). Segala yang menimpanya adalah kebaikan—jika mendapat nikmat, ia bersyukur; jika mendapat musibah, ia bersabar.

Musibah bukan akhir dari segalanya. Ia adalah awal dari kedewasaan spiritual, kedalaman iman, dan kedekatan dengan Allah SWT.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P