“Kami ingin momen ini jadi perekat, bukan hanya antar pegawai, tapi juga dengan keluarga.
Karena keluarga adalah bagian penting dari semangat kerja kita,” ujar Prasetyo Lukito, Administratur/KKPH Pekalongan Barat.
Lapangan kantor KPH berubah menjadi arena seru. Sorak-sorai menggema saat lomba bola voli dan badminton digelar.
Tak ketinggalan lomba untuk para ibu, yang memeriahkan suasana dengan keceriaan dan kekompakan.
Bukan soal siapa menang atau kalah. Di sinilah makna kemerdekaan itu hadir dalam kebebasan untuk bergembira, berkumpul, dan berkompetisi dengan sehat.
Yang paling menyentuh dari rangkaian kegiatan ini adalah aksi donor darah, hasil kolaborasi KPH Pekalongan Barat dengan PMI Kota Tegal.
Di tengah perayaan, puluhan peserta mengantri dengan rela untuk mendonorkan darahnya.
“Ini bukan hanya simbol solidaritas. Donor darah adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap sesama. Setetes darah bisa jadi harapan hidup bagi orang lain,” ujar Prasetyo.
Nurohman, petugas teknis donor darah dari PMI Kota Tegal, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif Perhutani.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Banyak membutuhkan darah, dan partisipasi dari instansi seperti ini sangat berarti,” katanya.

