Momen penyerahan tasbih raksasa itu mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel.
Identitas Pesantren Jadi Daya Tarik

Ciri khas Pondok Pesantren Yanuris memang terlihat jelas dalam karnaval kali ini. Selain Al-Qur’an dan tasbih raksasa, para santri juga mengenakan pakaian islami lengkap dengan atribut khas pesantren.
Nuansa religius berpadu dengan semangat nasionalisme. Santri berjalan sambil membawa bendera merah putih, menegaskan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng kebangsaan.
“Santri harus berada di barisan terdepan menjaga NKRI. Melalui karnaval ini kami ingin menunjukkan, cinta agama tidak terpisah dari cinta tanah air,” tambah Mustain.
Karnaval Jadi Pemersatu Warga
Karnaval HUT ke-80 RI di Kecamatan Tonjong tahun ini diikuti puluhan peserta dari berbagai desa, sekolah, hingga lembaga masyarakat. Setiap regu menampilkan atraksi khas masing-masing, mulai dari budaya lokal hingga kreativitas modern.
Camat Tonjong, Lukman Hakim, mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta, termasuk Ponpes Yanuris. Ia menilai, karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa kebhinekaan di Kecamatan Tonjong bisa dirajut melalui semangat kemerdekaan,” ujarnya.***
Tim Redaksi
