Portal Pantura, Brebes – Tiga mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) melakukan riset lapangan di peternakan sapi jumbo Sabarudin Farm, Desa Kali Pengasinan, Kecamatan Sirampog, Brebes. Penelitian ini mengkaji peran usaha ternak rakyat dalam menggerakkan ekonomi pedesaan.
Naza Bunga Nurul Qolby, Rizqi Izzatul Zahwa, dan Sefiera Zulfa Assyfa dari Program Studi PGSD FKIP UPB turun langsung ke lokasi. Mereka melakukan observasi dan wawancara dengan pengelola peternakan. Kegiatan ini bagian dari pembelajaran yang menghubungkan teori kampus dengan praktik lapangan.
Perjalanan Usaha Sabarudin Farm
Sabarudin Farm dirintis Sabar, warga setempat, sebelum 2015. Sejak 2015, Yani bergabung mengelola peternakan ini. Usaha berkembang pesat seiring tingginya permintaan, terutama menjelang hari raya keagamaan.
Kini peternakan ini dikenal sebagai pemasok sapi jumbo di Brebes dan daerah sekitar. Reputasi tersebut dibangun dari konsistensi kualitas dan ukuran ternak yang besar.
Buka Lapangan Kerja Lokal
Peternakan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Pembagian tugas jelas: perawatan kandang, penyediaan pakan, dan pemeliharaan ternak. Jumlah pekerja disesuaikan dengan kebutuhan, khususnya saat permintaan meningkat.
Sistem ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat lokal.
Jenis Sapi dan Pola Pemeliharaan
Sabarudin Farm memelihara sapi potong ukuran besar untuk segmen pasar jumbo. Jenisnya antara lain Peranakan Simmental, Peranakan Limousin, dan Brahman. Sapi-sapi ini memiliki nilai jual tinggi.
Pakan diberikan secara kombinasi. Pakan hijauan meliputi jerami, rumput odot, dan rumput pakchong. Pakan tambahan berupa konsentrat, dedak halus, dan ampas tahu.
Pemberian pakan dilakukan teratur sesuai kondisi fisik tiap sapi. Pola ini menjaga kesehatan dan kualitas ternak tetap optimal.
Jangkauan Pasar Lintas Daerah
Hasil observasi menunjukkan pemasaran Sabarudin Farm sudah lintas daerah. Pemesanan dilakukan langsung atau melalui jaringan relasi yang terbangun lama.

