AKP Ahmad Zainurrozaq berharap, kedisiplinan yang ditunjukkan driver SPPG dapat menginspirasi pengendara lain di Kabupaten Brebes. Menurutnya, keselamatan lalu lintas bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
Komunikasi Dua Arah Kunci Keberhasilan
Program “Ngopi Bareng” dinilai efektif membangun komunikasi transparan antara polisi dan masyarakat. Melalui diskusi informal, polisi dapat memahami kendala yang dihadapi pengemudi, sekaligus menyampaikan harapan dan regulasi yang perlu dipatuhi.
“Kami percaya, untuk menciptakan Kamtibcarlantas (Keamanan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif, komunikasi hangat seperti ini sangat diperlukan,” tambah AKP Ahmad Zainurrozaq.
Sat Lantas Polres Brebes berharap pesan keselamatan yang disampaikan tidak hanya berhenti di meja kafe, tetapi terus diterapkan saat para driver berada di balik kemudi. Dengan sinergi antara polisi dan pengguna jalan, target menurunkan angka kecelakaan diharapkan dapat tercapai.
Program serupa direncanakan akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok pengguna jalan lainnya, seperti ojek online, angkutan umum, hingga komunitas pengendara sepeda motor.***

