Portal Pantura, Semarang – Jawa Tengah sedang menjalankan eksperimen ekonomi yang matang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti di piring makan anak-anak, tetapi mengalir ke seluruh ekosistem ekonomi pedesaan. Strategi ini terungkap saat Gubernur Ahmad Luthfi memimpin Rapat Koordinasi MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa kemarin.
Data yang dibagikan menunjukkan sesuatu yang signifikan: 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Dari angka tersebut, 53 SPPG bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan 64 dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Luthfi menekankan bahwa MBG lebih dari sekadar program nutrisi. “Investasi strategis ini membangun sumber daya manusia sekaligus menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah dan penguatan wirausaha,” katanya.
Koperasi Merah Putih Tumbuh Pesat di 35 Kabupaten/Kota
Pertumbuhan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah mencatat momentum mengagumkan. Dari 8.523 desa dan kelurahan, sebanyak 6.217 koperasi sudah operasional—mencakup 73 persen wilayah. Modal yang terkumpul mencapai Rp 34,6 miliar dengan 200.007 anggota aktif.
Pencapaian ini membuat Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar infrastruktur KDKMP nasional. Provinsi ini telah membangun 598 gedung KDKMP, setara dengan 35 persen dari jumlah nasional. Keberhasilan ini didorong oleh integrasi program MBG yang menciptakan permintaan stabil terhadap produk lokal.
Komoditas yang disuplai mencakup ayam, telur, sayuran, dan bumbu—semuanya bersumber langsung dari petani dan peternak desa. Sistem ini menciptakan rantai pasok pendek yang menguntungkan semua pihak.
Gubernur Minta Konektivitas Lebih Kuat Antar Daerah
Luthfi menyampaikan arahan tegas kepada bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Ia meminta dilakukan konektivitas yang lebih erat antara program MBG dengan ekosistem koperasi desa masing-masing. “Ini harus linear dan saling menguatkan,” tegas Gubernur.
Pesan ini penting karena menunjukkan komitmen pada integrasi vertikal. Program nutrisi anak tidak bisa berjalan dalam ruang vakum, tetapi harus tersambung dengan visi ekonomi desa yang lebih besar.
Jawa Tengah Perkuat Kapasitas Pangan Nasional
Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah menetapkan target ambisius untuk 2026. Produksi padi diproyeksikan mencapai 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 12,22 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Kapasitas produksi ini dirancang untuk menopang keberlanjutan MBG sekaligus menjaga stabilitas harga dan perputaran uang di tingkat desa.
Target ini bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi nyata bagi program nutrisi anak yang berkelanjutan.

