Ia menjelaskan, di Salem, tantangan geografis dan akses masih cukup berat. Pendamping harus lebih kreatif dan adaptif.
“Kami saling berbagi pengalaman antarwilayah. Ini sangat membantu karena kondisi tiap desa berbeda,” tambahnya.
Apresiasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Tanggeran, Bastomi, mengapresiasi dipilihnya desanya sebagai lokasi rakor. Menurutnya, pendamping berperan penting membantu pemerintah desa memahami regulasi.
“Pendamping membantu kami memastikan setiap program berjalan sesuai aturan,” ujar Bastomi.
Ia berharap kinerja pendamping semakin baik dan kolaborasi dengan desa semakin kuat.
Harapan 2025
Rakor TPP Kabupaten Brebes menjadi momentum penyamaan visi dan peningkatan kapasitas. Seluruh pendamping desa diharapkan lebih solid, responsif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa tahun 2025.***

