Upaya ini juga menjadi bagian dari misi pesantren dalam memperluas dakwah pendidikan Al-Qur’an kepada masyarakat. Dengan mengenalkan lingkungan pesantren sebagai tempat belajar yang terbuka dan inspiratif, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik menimba ilmu agama.
Menariknya, kegiatan santunan ini juga menjadi penutup dari rangkaian program “Pelatihan Digital Branding: Mabit Cuan Ramadan” yang sebelumnya berlangsung selama setengah bulan. Program tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan digital, dakwah kreatif, serta pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi bagi para santri.
Melalui kombinasi kegiatan edukasi digital dan aksi sosial, Pondok Pesantren Nihadlul Qulub ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Pihak pesantren berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima santunan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menebarkan kebaikan selama Ramadan.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.***

