“Kita bersatu di tempat ini dalam rangka memuliakan bumi. Sekarang dunia resah karena bumi semakin panas dan emisi semakin banyak,” katanya.
Ia memaparkan, dari sekitar 4,3 juta hektare kawasan mangrove nasional, sekitar 30 persen atau hampir 800 ribu hektare dalam kondisi rusak dan butuh rehabilitasi segera. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk bergotong royong melakukan penghijauan.
Ingatkan Bahaya Sampah Terbuka
Di luar isu abrasi, Menteri Jumhur juga menyinggung persoalan sampah, khususnya bahaya tempat pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang berisiko memicu kebakaran akibat gas metana — apalagi menjelang musim kemarau panjang.
Ia meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara aman agar tidak memunculkan bencana lingkungan baru.
Selain mangrove, upaya perlindungan pesisir menurutnya juga perlu didukung kebijakan lain, seperti konservasi air tanah, pembuatan biopori, dan penanaman pohon di kawasan perkotaan.
Harapan Jangka Panjang untuk Pesisir Brebes
Lewat Gerakan Brebes ASRI, Pemkab Brebes berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, rehabilitasi kawasan pesisir diharapkan mampu menekan abrasi, mengurangi dampak banjir rob, serta menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove bagi generasi mendatang.***

