Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam percepatan pembangunan desa. Di Desa Cikuya, sejumlah sasaran fisik tengah dikerjakan, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur hingga fasilitas penunjang kebutuhan warga. Selain itu, terdapat pula kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pembinaan masyarakat.
Tokoh agama dan jamaah Mushola Riyadhul Huda menyambut positif kehadiran Satgas dalam kegiatan ibadah tersebut. Warga menilai, keterlibatan prajurit dalam aktivitas keagamaan mencerminkan kedekatan emosional yang tulus, bukan sekadar hubungan formal antara aparat dan masyarakat.
Suasana kebersamaan terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Usai shalat, beberapa prajurit tampak berbincang santai dengan warga, membahas perkembangan pembangunan sekaligus bertukar cerita seputar aktivitas sehari-hari di desa.
Pendekatan persuasif dan humanis seperti ini dinilai mampu menciptakan suasana kondusif selama pelaksanaan program TMMD berlangsung. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam kelancaran setiap tahapan pekerjaan, terutama di lokasi sasaran yang membutuhkan partisipasi aktif warga.
Melalui kegiatan Tarawih berjamaah ini, Satgas TMMD Reguler ke-127 tidak hanya menunjukkan komitmen dalam pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi semangat TMMD diharapkan terus terjaga hingga seluruh rangkaian program selesai dilaksanakan.

