2. Kontrol Beban Kerja
Pimpinan dapat memantau distribusi pekerjaan lebih efektif. Jika seorang ASN memiliki penghasilan terlalu tinggi, atasan dapat mengevaluasi beban kerjanya.
Mekanisme ini membantu pemerataan tugas sekaligus kesejahteraan.
3. Fokus pada Hasil Kerja
Yogi Suprayogi menekankan single salary mendorong penilaian berbasis output. Pegawai tidak cukup hanya absen atau foto aktivitas, tetapi harus menunjukkan hasil nyata.
4. Fleksibilitas Lokasi Kerja
Sistem ini membuka peluang work from anywhere. Fokusnya pada pencapaian hasil, bukan kehadiran fisik. Selama target terpenuhi, lokasi kerja bisa lebih fleksibel.
5. Jaminan Masa Pensiun
Gaji tunggal yang lebih besar memberikan kontribusi optimal untuk asuransi kesehatan, kematian, dan hari tua. ASN tetap sejahtera saat pensiun.
6. Mengurangi Kesenjangan

