Tahun ini, panitia mengusung tema “Kebersamaan dan Kreativitas untuk Kemajuan Desa”. Setiap peserta ditantang menampilkan karya yang mencerminkan budaya sekaligus potensi lokal. Tak heran, penonton disuguhi beragam atraksi, mulai dari kesenian tradisional, kendaraan hias, hingga replika hasil pertanian.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Sepanjang jalan utama Tonjong dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan. Panitia bersama aparat kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap terkendali.
Diharapkan Jadi Magnet Wisata
Dengan penampilan spektakuler seperti yang ditunjukkan Desa Rajawetan, banyak pihak berharap karnaval Tonjong dapat terus berkembang. Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga, acara ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Brebes bagian selatan.
“Kalau setiap desa bisa menampilkan ciri khasnya, tentu akan semakin menarik. Ini bisa jadi kalender tahunan yang dinantikan wisatawan,” kata salah satu penonton, Siti, warga asal Bumiayu.
Penampilan ogoh-ogoh, tari tradisional, hingga replika hasil bumi dari Rajawetan memberi warna berbeda pada perayaan tahun ini. Tak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang patut dibanggakan.***

