TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Tikungan Angkruk Galuhtimur Jadi Spot Favorit Ngabuburit, Panorama Gunung Slamet dan Kereta Api Jadi Daya Tarik

×

Tikungan Angkruk Galuhtimur Jadi Spot Favorit Ngabuburit, Panorama Gunung Slamet dan Kereta Api Jadi Daya Tarik

Sebarkan artikel ini
Warga menikmati suasana ngabuburit di Tikungan Angkruk, Desa Galuhtimur, Tonjong, Brebes. Panorama Gunung Slamet dan kereta api yang melintas di bawah jembatan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura,   – Suasana sore di bulan Ramadan menghadirkan nuansa tersendiri bagi masyarakat di Kecamatan , . Salah satu lokasi yang kini ramai dikunjungi warga untuk menunggu waktu berbuka puasa adalah Tikungan Angkruk yang berada di dekat jembatan Desa .

Setiap sore, kawasan ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Berdasarkan pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka memanfaatkan waktu menjelang berbuka dengan menikmati pemandangan alam sekaligus berburu takjil.

Daya tarik utama tempat ini adalah panorama alam yang memanjakan mata. Dari titik tersebut, pengunjung dapat menyaksikan bentang alam perbukitan hijau dengan latar belakang Gunung Slamet yang tampak menjulang megah di kejauhan, terutama ketika cuaca cerah.

iklan

Tak hanya itu, keberadaan jalur rel kereta api yang melintas di bawah kawasan jembatan turut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak. Setiap kali kereta api melintas, sejumlah anak terlihat antusias menyaksikan rangkaian gerbong yang melaju dari bawah tikungan tersebut.

Suara deru kereta yang melintas sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu pengunjung. Beberapa anak bahkan melambaikan tangan ke arah kereta yang lewat, menciptakan suasana ngabuburit yang lebih meriah.

Ketua Karang Taruna Desa , Abdul Aziz, mengatakan meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut turut memberikan dampak positif bagi warga sekitar.

“Selain menikmati pemandangan alam, masyarakat juga bisa membeli jajanan yang dijual warga dengan harga terjangkau. Ini secara tidak langsung membantu perekonomian masyarakat lokal,” ujar Abdul Aziz saat ditemui di lokasi.

Di sepanjang area tikungan hingga mendekati jembatan desa, sejumlah pedagang kaki lima terlihat membuka lapak sederhana. Mereka menjajakan berbagai makanan ringan dan minuman segar yang identik dengan hidangan berbuka puasa.

Aneka gorengan hangat, mendoan, serta jajanan tradisional menjadi menu yang banyak diminati pengunjung. Selain itu, minuman segar seperti es buah, es teler, hingga kelapa muda juga menjadi pilihan favorit warga untuk melepas dahaga saat berbuka.

Harga yang relatif murah membuat tempat ini semakin diminati masyarakat dari berbagai wilayah sekitar .

Salah satu pengunjung, Mahmudah, mengaku sering datang ke lokasi tersebut bersama keluarga untuk menunggu waktu berbuka.

Menurutnya, pemandangan di Tikungan Angkruk tidak kalah menarik dibandingkan tempat wisata berbayar.

“Kalau cuaca cerah, Gunung Slamet terlihat jelas sekali dari sini. Rasanya seperti berada di tempat wisata, padahal lokasinya dekat dan gratis. Sambil menunggu berbuka juga bisa sekalian cari takjil. Anak-anak juga senang kalau ada kereta lewat,” ujarnya.

Meski demikian, meningkatnya jumlah pengunjung juga menjadi perhatian masyarakat setempat. Karang Taruna bersama tokoh desa mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban dan berhati-hati saat berada di sekitar lokasi.

Pasalnya, Tikungan Angkruk merupakan jalur yang masih aktif digunakan kendaraan, terutama di area tikungan dan jembatan desa. Pengunjung diminta tidak memarkir kendaraan sembarangan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Dengan panorama alam yang indah, kuliner rakyat yang ramah di kantong, serta pemandangan kereta api yang melintas di bawah jembatan, Tikungan Angkruk kini menjadi salah satu alternatif ngabuburit yang menarik bagi masyarakat dan sekitarnya selama bulan Ramadan.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki