TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

TMMD Ke-127 Banjarharjo Brebes Hadirkan Nuansa Budaya Tari Nyai Galuh dari Sanggar Puspa Arum

×

TMMD Ke-127 Banjarharjo Brebes Hadirkan Nuansa Budaya Tari Nyai Galuh dari Sanggar Puspa Arum

Sebarkan artikel ini
Siswa SMAN 1 Brebes dari Sanggar Puspa Arum membawakan Tari Nyai Galuh saat pembukaan TMMD Reguler ke-127 di Lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/2/2026). (Foto: Portal Pantura/Imam Muzaki)
Siswa SMAN 1 Brebes dari Sanggar Puspa Arum membawakan Tari Nyai Galuh saat pembukaan TMMD Reguler ke-127 di Lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/2/2026). (Foto: Portal Pantura/Imam Muzaki)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan , Kabupaten , dimeriahkan penampilan tari tradisional Nyai Galuh, Selasa (10/2/2026). Gelaran yang diselenggarakan Kodim 0713/ di Lapangan Desa Cikuya ini menampilkan siswa-siswi SMAN 1 dari Sanggar Puspa Arum.

Lantunan gamelan mengiringi gerakan gemulai para penari yang menampilkan karakteristik Tari Nyai Galuh—perpaduan kelembutan dan ketegasan. Penampilan ini menyedot perhatian tamu undangan, pejabat daerah, hingga ratusan warga yang memadati lokasi upacara.

Simbol Keharmonisan dan Kebersamaan

iklan

Tari Nyai Galuh memiliki filosofi mendalam tentang sosok perempuan yang anggun sekaligus berwibawa. Nilai keteguhan, keharmonisan, dan kebersamaan yang terkandung dalam tarian ini sejalan dengan semangat yang mengedepankan kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam pembangunan desa.

Kartika Nurmaulidya, S.Pd., pendamping Sanggar Puspa Arum, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan intensif selama beberapa pekan. “Anak-anak berlatih dengan penuh disiplin. Ini pengalaman berharga tampil di acara resmi tingkat kabupaten,” katanya.

Kartika menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya tradisional. Ia berharap siswa tetap peduli terhadap warisan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya populer.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Kehadiran pertunjukan seni dalam pembukaan bukan semata hiburan seremonial. Pendekatan sosial-budaya menjadi strategi mendekatkan TNI dengan masyarakat secara emosional, sekaligus melestarikan identitas lokal.

Program ke-127 di Desa Cikuya mencakup kegiatan fisik dan nonfisik. Pembangunan fisik difokuskan pada perbaikan infrastruktur untuk mendukung mobilitas dan perekonomian warga. Sedangkan kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pertanian, dan penguatan wawasan kebangsaan.

Warga yang hadir memberikan respons positif. “Senang ada penampilan tari tradisional. Bikin suasana lebih meriah dan berkesan,” ujar salah satu warga.

Di akhir acara, para penari mendapat apresiasi dari pimpinan daerah dan jajaran Kodim 0713/ atas kontribusi mereka menyukseskan pembukaan TMMD.

Pembangunan Berbasis Budaya

Momentum ini membuktikan bahwa pembangunan desa tidak melulu soal infrastruktur fisik. Penguatan identitas budaya dan partisipasi aktif generasi muda menjadi komponen penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui sinergi berbagai pihak, TMMD ke-127 diharapkan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Desa Cikuya dan wilayah sekitarnya, baik dari segi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.

Program TMMD telah menjadi agenda rutin yang mempertemukan kekuatan militer dengan kebutuhan masyarakat sipil dalam semangat gotong royong membangun negeri dari desa.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki