Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi warga setempat. Salah satu pelaku usaha mikro yang merasakan manfaat tersebut adalah Kinantea, gerai minuman es teh milik Sifa (21), warga Desa Cikuya.
Program TMMD yang berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan menciptakan dinamika tersendiri di desa tersebut. Aktivitas para prajurit Satgas TMMD yang menjalankan pekerjaan fisik sejak pagi hingga sore hari ikut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi warga. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah anggota Satgas terlihat memadati gerai Kinantea untuk membeli minuman segar sebagai pelepas dahaga.
Beragam varian es teh yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri. Selain rasanya yang segar, harga yang terjangkau membuat minuman tersebut menjadi pilihan favorit. Dalam suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan, momen berbuka puasa pun terasa lebih akrab dengan dukungan produk lokal warga.
Sifa mengaku tidak menyangka usahanya mendapat respons positif dari para anggota TNI yang bertugas di desanya. Ia menyebut, sejak kehadiran Satgas TMMD, penjualan hariannya meningkat signifikan, terutama pada sore hari.
“Alhamdulillah, sejak ada kegiatan TMMD di sini, penjualan kami naik. Setiap menjelang berbuka, banyak anggota Satgas yang datang membeli es teh. Kadang mereka membeli dalam jumlah banyak untuk dibagikan bersama,” ujar Sifa, Senin (23/2/2026).
Peningkatan pembeli tersebut memberikan tambahan pemasukan yang cukup berarti bagi usaha kecilnya. Biasanya, pelanggan Kinantea didominasi warga sekitar. Namun selama TMMD berlangsung, jumlah pembeli bertambah dari kalangan prajurit yang bertugas di lapangan.
Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Sasaran kegiatan tidak hanya mencakup pembangunan fisik seperti perbaikan jalan dan renovasi rumah warga, tetapi juga memperkuat hubungan sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Efek domino dari kegiatan tersebut mulai dirasakan warga Desa Cikuya. Perputaran uang di tingkat desa meningkat seiring bertambahnya kebutuhan logistik dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Warung makan, toko kelontong, hingga pelaku usaha minuman seperti Kinantea turut menikmati dampaknya.
Sejumlah anggota Satgas TMMD mengaku sengaja memilih berbelanja di gerai milik warga sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM desa. Selain rasanya yang dinilai menyegarkan, membeli produk lokal dianggap sebagai cara sederhana untuk berbagi manfaat dengan masyarakat.
Kehadiran program TMMD ke-127 di Brebes pun memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata. Interaksi antara prajurit dan warga menciptakan hubungan yang lebih dekat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Bagi Sifa, momentum ini menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan usahanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di desanya, sehingga roda perekonomian warga semakin bergerak.
Dengan kolaborasi antara TNI dan masyarakat, program TMMD di Desa Cikuya menjadi contoh bagaimana pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi mikro. Di tengah semangat Ramadan, segelas es teh dari usaha kecil warga pun menjadi simbol kebersamaan dan kemanunggalan yang nyata.***

