Sebab, ketidaktransparan biaya awal sering kali menjadi cikal bakal pemerasan serta penjeratan utang bagi para pekerja di negara tujuan.
Pola penipuan lain yang kerap muncul adalah permintaan dari agen agar calon pekerja merahasiakan keberangkatan mereka.
Agen ilegal biasanya melarang calon korban untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga maupun pihak berwenang setempat.
Jika menemukan indikasi mencurigakan seperti itu, calon pekerja disarankan segera membatalkan proses dan melapor ke dinas terkait.
Program SMK Go Global sendiri diharapkan mampu mencetak tenaga kerja luar negeri yang handal, berdaya saing, serta terlindungi secara hukum.
Melalui edukasi ini, para lulusan sekolah vokasi diharapkan makin bijak dan cermat dalam memilih peluang karier di kancah internasional.***

