Portal Pantura – Honda mempertahankan rangka konvensional pada Vario 125 generasi terbaru. Keputusan ini berbeda dengan Vario 160 yang sudah mengadopsi teknologi enhanced Smart Architecture Frame (eSAF).
Hikaru Yokomura, Large Project Leader Vario 125 dari Honda R&D Southeast Asia, mengungkapkan alasan di balik pilihan ini. “Kami menggunakan pipe frame karena disesuaikan dengan kebutuhan engine,” jelasnya.
Strategi Satu Paket Engine dan Rangka
Penggunaan rangka tubular atau pipe frame bukan keputusan sembarangan. Honda menganggap mesin 125cc dan rangka pipa sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.
Kombinasi ini dirancang untuk mencapai tiga tujuan utama. Pertama, bobot kendaraan yang ringan. Kedua, keseimbangan berkendara yang optimal. Ketiga, performa harian yang andal.
“Mesin dan frame kami rancang sebagai satu paket,” tambah Yokomura. Pendekatan ini memastikan setiap komponen bekerja maksimal sesuai karakteristik mesin 125cc.
Perbedaan dengan Rangka eSAF
Rangka eSAF pertama kali diperkenalkan Honda pada 2019. Teknologi ini kini digunakan pada beberapa model skutik Honda.
Model yang mengadopsi eSAF antara lain Genio, BeAT, Scoopy, dan Vario 160. Rangka ini dipasangkan dengan mesin berkapasitas 110cc dan 160cc.
Untuk Vario 125, Honda memilih jalur berbeda. Rangka tubular konvensional dinilai lebih cocok dengan karakteristik mesin 125cc.
Mesin eSP Tetap Dipertahankan
Meski rangkanya konvensional, Vario 125 tetap menggunakan mesin eSP. Teknologi Enhanced Smart Power ini sudah terbukti efisien pada model sebelumnya.
“Model ini dirancang untuk kebutuhan sehari-hari dengan keseimbangan yang baik,” ujar Yokomura. Honda mempertimbangkan tidak hanya mesin, tetapi juga kombinasi rangka yang tepat.

