UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Editor ChoiceOtomotif

Penyebab BBM Boros yang Sering Diabaikan Pengemudi

×

Penyebab BBM Boros yang Sering Diabaikan Pengemudi

Sebarkan artikel ini
Iluatrasi. (Foto: Gemini/Generate)
Iluatrasi. (Foto: Gemini/Generate)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Kebiasaan mengemudi yang salah sering kali menjadi penyebab utama konsumsi bahan bakar minyak () kendaraan menjadi lebih boros dari yang seharusnya.

Banyak pengendara terjebak mitos bahwa hemat hanya bisa dicapai dengan melaju sangat pelan atau menghindari jalan tol.

Padahal, efisiensi konsumsi bahan bakar lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan berkendara dan kondisi teknis kendaraan yang sering diabaikan.

Mengapa Konsumsi Sering Lebih Boros

iklan

Konsumsi bahan bakar yang tidak efisien sebenarnya bekerja layaknya sebuah ember yang bocor.

Bukan satu lubang besar yang menyebabkan bahan bakar cepat habis, melainkan akumulasi dari banyak faktor kecil yang tidak terlihat.

Perbedaan gaya berkendara dan efisiensi termal mesin menjadi penentu utama seberapa cepat bensin terkuras dari tangki.

Kondisi jalanan yang padat di berbagai kota besar di Indonesia juga memperburuk situasi konsumsi bahan bakar.

Laporan Kementerian Perhubungan tahun 2023 menunjukkan bahwa kemacetan membuat kendaraan menghabiskan 30 persen lebih banyak dibandingkan kondisi lancar.

Faktor Utama Penentu Efisiensi Bahan Bakar

Efisiensi bukanlah variabel tunggal, melainkan hasil sinergi dari berbagai komponen kendaraan.

Memahami setiap variabel ini adalah kunci utama untuk menerapkan tips hemat yang efektif dalam jangka panjang.

Pentingnya Perawatan Mesin Berkala

Mesin yang tidak terawat terbukti mengonsumsi hingga 15 persen lebih banyak dibandingkan kendaraan yang rutin diservis.

Komponen seperti busi aus, filter udara kotor, dan oli mesin yang melampaui batas pakai akan memperberat kinerja mesin.

Lakukan servis berkala setiap 5.000 km untuk motor dan 10.000 km untuk mobil guna memastikan efisiensi tetap terjaga.

Jaga Tekanan Ban Tetap Ideal

Ban yang kurang angin meningkatkan rolling resistance atau hambatan antara permukaan jalan dan ban kendaraan.

Data dari Michelin Indonesia menyebutkan, kekurangan tekanan ban sebesar 20 persen dapat meningkatkan konsumsi hingga 3 persen.

Pastikan untuk memeriksa tekanan ban secara rutin setiap dua minggu, terutama sebelum menempuh perjalanan jauh.

Perhatikan Beban dan Aerodinamika

Setiap tambahan beban 50 kg pada kendaraan disinyalir meningkatkan konsumsi sekitar 1 hingga 2 persen.

Melepas rak atap yang tidak digunakan atau mengurangi barang bawaan berlebih di bagasi dapat membantu menghemat pengeluaran bensin.

Selain itu, aksesori tambahan yang tidak aerodinamis dapat menambah hambatan angin saat kendaraan melaju kencang.

Pilih BBM Sesuai Spesifikasi Mesin

Penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai rasio kompresi mesin akan memicu gejala knocking atau ketukan.

merekomendasikan penggunaan BBM dengan RON 92 bagi kendaraan yang memiliki rasio kompresi di atas 9:1.

Memilih bahan bakar yang tepat bukan sekadar soal menjaga performa, tetapi juga investasi untuk efisiensi jangka panjang.***

Bondan Setiyono

Terbaru dari Bondan Setiyono