TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Pendidikan

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban di Desa Kalilangkap Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu untuk Tanamkan Empati Siswa

×

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban di Desa Kalilangkap Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu untuk Tanamkan Empati Siswa

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Desa Kalilangkap berfoto bersama siswa SMP Ma'arif NU 01 Bumiayu setelah kegiatan sosialisasi anti bullying, Bumiayu. Program ini bertujuan menanamkan empati dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan di lingkungan sekolah. (Foto: Dok. KKN Desa Kalilangkap)
Mahasiswa KKN Desa Kalilangkap berfoto bersama siswa SMP Ma'arif NU 01 Bumiayu setelah kegiatan sosialisasi anti bullying, Bumiayu. Program ini bertujuan menanamkan empati dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan di lingkungan sekolah. (Foto: Dok. KKN Desa Kalilangkap)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, –  Sekelompok Kuliah Kerja Nyata () yang bertugas di Desa menggelar program sosialisasi anti bullying di SMP Ma’arif NU 01 . Program ini dirancang untuk menanamkan nilai karakter positif sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

Kegiatan edukatif tersebut mengambil pendekatan interaktif agar pesan tentang bahaya perundungan dapat diterima siswa dengan lebih mudah.

Mengenal Berbagai Bentuk Bullying

Sosialisasi dimulai dengan penjelasan mengenai definisi bullying dan ragam bentuknya. memaparkan tiga jenis perundungan yang sering terjadi di sekolah.

iklan

Pertama, bullying verbal berupa ejekan, hinaan, atau ancaman menggunakan kata-kata. Kedua, bullying fisik yang melibatkan kekerasan seperti memukul, mendorong, atau merusak barang milik orang lain. Ketiga, bullying psikologis yang mencakup pengucilan, penyebaran rumor, atau intimidasi mental.

Para fasilitator menyampaikan materi dengan gaya komunikatif. Mereka menggunakan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari siswa. Cara ini terbukti efektif menarik perhatian peserta.

Dampak negatif bullying juga dijelaskan secara rinci. Baik korban maupun pelaku sama-sama merasakan konsekuensi buruk dari tindakan perundungan.

Aktivitas Reflektif Tulis Pengalaman

Bagian paling menarik dari program ini adalah sesi refleksi. Siswa diajak menulis pengalaman dan perasaan mereka terkait bullying.

Kegiatan menulis ini menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengungkapkan emosi. Beberapa siswa berbagi pengalaman menjadi korban perundungan. Ada pula yang menyadari bahwa mereka pernah melakukan tindakan bullying tanpa menyadari dampaknya.

Sesi ini membuka kesadaran bahwa perundungan meninggalkan luka emosional mendalam. Trauma akibat bullying bisa bertahan dalam waktu lama, bahkan hingga dewasa.

Diskusi kelompok kemudian dilakukan untuk membahas hasil tulisan siswa. Peserta saling berbagi perspektif tentang bagaimana rasanya berada di posisi korban.

Tim Portal Pantura

Terbaru dari Tim Portal Pantura