TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Press Release

IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global

×

IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global

Sebarkan artikel ini
IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global
IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global
IKLAN
Ukuran teks

Dalam laporan yang sama, Anthropic mengungkapkan memiliki komitmen pengeluaran untuk infrastruktur komputasi sekitar US$895,4 miliar bersama mitra-mitranya, termasuk Amazon dan Google. Hampir setengah dari komitmen tersebut diperkirakan akan direalisasikan sebelum akhir 2030.

Di sisi operasional, Anthropic juga mencatat kerugian operasional sebesar US$567 juta pada kuartal III 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa besarnya peluang pertumbuhan industri AI juga diikuti kebutuhan investasi dan tantangan biaya yang perlu diperhitungkan investor.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan jumlah pelanggan, serta besarnya kebutuhan belanja infrastruktur menunjukkan bahwa prospek industri AI tidak hanya ditentukan oleh popularitas teknologi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya dan mempertahankan pertumbuhan bisnis.

iklan

Ryan menambahkan bahwa investor perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya pada sektor teknologi yang memiliki ekspektasi pertumbuhan tinggi.

“Potensi industri AI memang sangat besar, tetapi investor tetap perlu melihat bagaimana perusahaan mengubah inovasi menjadi pendapatan yang berkelanjutan. Faktor seperti profitabilitas, kebutuhan belanja modal, persaingan, dan kemampuan mengembangkan model bisnis menjadi aspek penting dalam menilai prospek perusahaan, bukan hanya mengikuti tren atau ekspektasi valuasi,” jelas Ryan.

Tokenisasi Saham Perluas Alternatif Akses ke Pasar Global

Selain melalui pasar saham konvensional, perkembangan teknologi blockchain turut menghadirkan inovasi berupa tokenisasi aset. Melalui mekanisme ini, aset atau instrumen keuangan tertentu dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital, dengan struktur, hak, dan karakteristik yang bergantung pada penerbit serta ketentuan masing-masing produk.

Perkembangan tersebut juga mulai mendapatkan perhatian di Indonesia. Berdasarkan laporan OJK mengenai RDKB September 2026, sebanyak tujuh peserta Regulatory Sandbox telah menyelesaikan pengujian dengan hasil yang memenuhi ketentuan hingga September 2026.

Model bisnis yang diuji mencakup tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga melalui skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, kustodian aset keuangan digital non-perdagangan, serta manajer dana kripto.

Perkembangan ini memperlihatkan semakin luasnya eksplorasi pemanfaatan teknologi blockchain dalam industri keuangan nasional. Meski demikian, setiap produk tokenisasi memiliki struktur dan karakteristik tersendiri sehingga investor perlu memahami mekanisme, hak yang melekat, serta risiko dari masing-masing instrumen.

vritimes

Terbaru dari vritimes