Sorak sorai tak terdengar, tapi tatapan para peserta upacara cukup menjelaskan bahwa pesan itu tertanam dalam.
Suhud melanjutkan, menyerukan pada generasi muda untuk bermimpi besar dan mengisi kemerdekaan dengan keberanian, ilmu, dan kreativitas.
“Kemerdekaan bukan hanya hak… tapi juga tanggung jawab. Jangan tunggu nanti. Bangun bangsa dari sekarang. Dari desa ini.”
Ketua BPD, Sujogo, menambahkan pesan penuh motivasi. Dalam sambutan yang penuh semangat, ia mengangkat tema nasional:
“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tapi yang paling sangat menyentuh adalah seruannya untuk tidak memandang desa sebagai tempat yang tertinggal.
“Desa adalah titik awal menuju masa depan yang gemilang. Cintai desa kita. Bangun kreativitas dari sini. Dari tempat kita berpijak.”
Di balik suksesnya upacara HUT Ke 80 RI ini, ada keputusan mengejutkan yang diambil panitia: menunjuk anggota Linmas sebagai komandan upacara.
Dikatakan Mulyono, Ketua Panitia HUT RI ke-80 Dukuhwringin, mengungkapkan alasan di baliknya bahwa Linmas juga miliki kemampuan.
“Linmas adalah pasukan desa. Mereka selalu siap, meski sering tak terlihat. Kami ingin memberikan mereka ruang.
Memberikan kehormatan yang pantas. Sekaligus menanamkan semangat nasionalisme dan loyalitas dalam diri mereka.”

