Dengan 45 anggota aktif, Linmas Desa Dukuhwringin kini bukan hanya penjaga malam tetapi mereka telah menjadi simbol perubahan.
Simbol bahwa desa -desa di Kabupaten Tegal bisa melahirkan barisan patriot yang siap menjaga Indonesia dari akar rumputnya.
Upacara di Dukuhwringin bukan sekadar rutinitas tahunan. Tetapi adalah perayaan semangat baru, bahwa nasionalisme bukan monopoli kota, bukan hak eksklusif pejabat atau aparat.
Di tangan para Linmas, di hati warga desa, kemerdekaan dijaga dengan sederhana tapi penuh makna.
Dan hari itu, Desa Dukuhwringin menulis kisahnya sendiri dalam sejarah peringatan kemerdekaan, kisah tentang bagaimana desa tak hanya ikut merayakan Indonesia, tapi juga membangunnya.
Kini di momen HUT ke 80 RI tahun 2025 bukan TNI maupun Polri di desa Dukuhwringin sebagai komandan upacara tetapi mereka Linmas dengan menorehkan seharah baru.***

