TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ragam Informasi

NYIWER, Tradisi Tua dari Lereng Gunung Slamet Kala Ruwat Bumi Guci Tegal

×

NYIWER, Tradisi Tua dari Lereng Gunung Slamet Kala Ruwat Bumi Guci Tegal

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Sumber utama Mata Air Panas Guci Tegal sistem geotermal Gunung Slamet tapi masyarakat percaya mata air ini memiliki kekuatan yang diperkuat oleh unsur spiritual dalam ritual.

Ruwat Bumi dan Nyiwer merupakan bagian dari praktik ritual yang telah mengalami akulturasi dengan nilai Islam, terutama dalam penggunaan sholawat dan doa-doa Islami selama prosesi.

Di balik sejuknya hawa pegunungan kaki Gunung Slamet dan gemericik air panas alami di Guci, Tegal, tersimpan satu tradisi tua yang terus hidup lintas zaman, Nyiwer.

iklan

Nyiwer, sebuah ritual sakral yang bukan hanya simbol budaya, tetapi juga jejak panjang sejarah akan keyakinan masyarakat terhadap alam, leluhur, dan spiritualitas lokal.

Beny penggiat budaya sekaligus panitia pelaksanaan Nyiwer menerangkan, Tradisi Nyiwer sejatinya berlangsung sejak ratusan tahun silam kemudian dikembangkan oleh para pendiri desa Guci.

“Nyiwer ini kami laksanakan bersama ribuan masyarakat di Guci pada Jumat 3 Juli 2025 malam setelah waktu sholat Isya” ujarnya

Mbah Klitik, tokoh karismatik dipercaya sebagai orang pertama yang membuka dan menetap serta dimakamkan di kawasan Wisata Guci Tegal.

Mbah Klitik, menurut penuturannya adalah sosok yang memiliki kedekatan spiritual dengan alam. Ia dikenal sebagai pemuka adat kerap melakukan ritual pengucapan syukur kepada alam dari ajaran serta juga kebiasaannya inilah, tradisi Nyiwer lahir dan diwariskan turun-temurun.

Awalnya, Nyiwer dilakukan sederhana sebagai bagian dari sebuah permohonan keselamatan dan rasa syukur terhadap limpahan air hungga juga  hasil bumi diantaranya sumber mata air panas.

Lama kelamaan, ritual ini terintegrasi dalam Ruwat Bumi, sebuah upacara adat tahunan yang digelar masyarakat Guci setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa (bersamaan dengan Muharram dalam kalender Hijriah).

Cahyo

Terbaru dari Cahyo