TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ragam Informasi

NYIWER, Tradisi Tua dari Lereng Gunung Slamet Kala Ruwat Bumi Guci Tegal

×

NYIWER, Tradisi Tua dari Lereng Gunung Slamet Kala Ruwat Bumi Guci Tegal

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Sedangkan Romo Basuki salah seorang tokoh di Bumijawa saat ditemui menerangkan bahwa secara harfiah Nyiwer bermakna pembersihan jiwa dan raga, agar masyarakat siap untuk menyambut tahun baru Jawa dengan hati bersih.

Penyucian lingkungan dan sumber mata air, sebagai wujud penghormatan terhadap alam yang memberi kehidupan.

Permohonan keselamatan, keberkahan, baik untuk individu, keluarga, maupun seluruh desa.

iklan

Tiga titik utama Nyiwer adalah Sumber Air Panas Capit kemudian  Pancuran 5, dan Pancuran 13, tiga sumber air panas alami ini diyakini masyarakat memiliki nilai spiritual tinggi.

Air yang dibawa dalam kendi kemudian disiramkan ke tanah, pohon, dan aliran sungai, sebagai bentuk “tebar doa” agar alam tetap subur, bencana dijauhkan, dan hubungan manusia dengan semesta tetap harmonis.

Selain itu Beny penggiat budaya Guci menambahkan, Gunung Slamet bukan hanya gunung tertinggi di Jawa Tengah, melainkan juga figur spiritual bagi masyarakat Guci di .

Ia disebut sebagai “bapak” penjaga dan pemberi kehidupan. Masyarakat percaya bahwa menjaga Slamet berarti menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup mereka.

Dalam tradisi Nyiwer, Gunung Slamet menjadi titik sentral. Ia tidak disebutkan secara langsung dalam mantra atau ritual, namun kehadirannya terasa dalam setiap langkah dan doa. Bagi warga, Slamet adalah tempat asal air, kabut, dan energi hidup.

“Gunung Slamet itu bapaknya kita, Kalau kita jaga dia, dia juga jaga kita dan dalam Ruwat Bumi tradisi ini sejatinya tidak dilewatkan begitu saja ” ujar Beny saat dikonfirmasi Sabtu 4 Juli 2025.

Menariknya lagi dalam prosesi Nyiwer ribuan warga tak henti henti lantunkan sholawat,. Nyiwer bukan sebagai beban tradisi, tapi identitas akan budaya yang patut dibanggakan dan dipromosikan ke dunia luar.

Cahyo

Terbaru dari Cahyo