Portal Pantura, Tegal – Diskusi hangat mengenai masa depan sistem politik Indonesia menarik untuk dibahas.
Demokrasi Prosedural vs Substantif
Dikutip dari kanal YouTube KPU Kota Tegal, anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai penerapan demokrasi di Indonesia saat ini secara prosedural sudah berjalan sangat baik.
Namun, ia menegaskan bahwa pembenahan secara substantif masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.
“Secara prosedural kita sudah top, tapi secara esensial masih banyak area perbaikan,” ujar Harris.
Ia juga menyoroti tingginya biaya politik pada Pemilu 2024 yang ditanggung negara maupun para kandidat.
Pentingnya Regulasi Lebih Awal
Harris mendorong Komisi II DPR RI untuk segera merumuskan aturan main Pemilu 2029 tanpa menunda waktu.
Langkah ini penting agar penyusunan undang-undang tidak terburu-buru dan menghasilkan regulasi yang berkualitas.
“Pemilu 2029 tinggal dua tahun lagi, landasan hukum dan persiapan penyelenggara harus mulai ditata,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan pemanfaatan teknologi seperti pemilu elektronik untuk efisiensi rekapitulasi suara di kota-kota besar.
Bawaslu Fokus Konsolidasi Demokrasi
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Tegal Sukristo menegaskan peran jajarannya tidak terbatas pada tahapan pemilu saja.
Tim Redaksi
