IKLAN
Sorotan Utama

“Overturn This”: Belgia Sindir Trump usai Tumbangkan Tuan Rumah AS

Avatar photo
×

“Overturn This”: Belgia Sindir Trump usai Tumbangkan Tuan Rumah AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: Pexeles/Guillermo Berlin)
Ilustrasi. (Foto: Pexeles/Guillermo Berlin)
⚡ RINGKASAN
Kekalahan 1-4 AS dari Belgia di Piala Dunia 2026 picu perbincangan "Trump Curse" usai Trump intervensi kartu merah Balogun ke FIFA.

Portal Pantura, Jakarta – Kekalahan telak tuan rumah Amerika Serikat dari di babak 16 besar FIFA 2026 memicu perbincangan luas di media sosial. Istilah “Trump Curse” atau “Kutukan Trump” ramai digaungkan setelah Presiden AS ikut terseret dalam kontroversi jelang laga tersebut.

Amerika Serikat takluk 1-4 dari dalam laga di Seattle, Senin (6/7/2026) waktu setempat. Kekalahan ini menyingkirkan tuan rumah dari perhelatan yang digelar bersama Meksiko dan Kanada.

Bermula dari Kartu Merah Balogun

IKLAN

Kontroversi berawal dari kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, saat melawan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Kartu merah itu semula membuatnya harus absen di laga melawan .

Namun, Trump mengakui telah menghubungi langsung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membatalkan sanksi tersebut. Permintaan itu dikabulkan, dan Balogun akhirnya diizinkan tampil melawan .

Langkah ini memicu kritik keras dari berbagai pihak yang menuding adanya intervensi politik terhadap keputusan olahraga. Kemarahan publik ini kemudian berubah menjadi kepuasan tersendiri setelah menghajar Amerika Serikat 4-1.

Balogun Tak Berdampak, AS Tersingkir

Meski sudah diloloskan dari sanksi, kehadiran Balogun ternyata tak banyak membantu performa tim. Amerika Serikat tertekan sejak peluit pertama dibunyikan, sempat menyamakan kedudukan lewat gol Malik Tillman dari skema bola mati, namun kembali unggul hanya dua menit berselang dan menguasai jalannya pertandingan.

Bintang Amerika, Christian Pulisic, juga gagal memberikan pengaruh berarti sebelum harus ditarik keluar akibat cedera kaki pada babak kedua.

Belgia bahkan menyindir langsung Trump usai laga. Setelah gol keempat yang dicetak Romelu Lukaku di masa injury time, para pemain Belgia merayakannya dengan menirukan gerakan tarian khas Trump. Akun resmi tim nasional Belgia di media sosial X turut mengunggah foto selebrasi Lukaku dengan keterangan singkat dan menohok, “Overturn this” — sindiran atas pembatalan sanksi Balogun.

“Kutukan Trump” Kembali Jadi Sorotan

Kekalahan ini menghidupkan kembali istilah “Trump Curse”, sebuah anggapan yang beredar di kalangan penggemar olahraga bahwa tim yang didukung atau dihadiri langsung oleh Trump kerap berujung kekalahan.

Fenomena serupa disebut-sebut sudah terjadi berulang kali. Salah satunya saat New York Knicks kehilangan keunggulan dua kemenangan beruntun di final NBA usai kalah 111-115 dari San Antonio Spurs di kandang sendiri, ketika Trump menyaksikan langsung dari tribun VIP Madison Square Garden.

Pada masa jabatan pertamanya, Trump juga hadir ketika Washington Nationals kalah 1-7 dari Houston Astros pada Game 5 World Series. Ia turut menyaksikan Washington Commanders dihancurkan 22-44 oleh Detroit Lions pada November lalu.

Perlu dicatat, istilah “Trump Curse” ini bersifat guyonan di kalangan penggemar olahraga dan tidak memiliki dasar ilmiah maupun statistik resmi yang membuktikannya.

Trump Belum Berkomentar

Hingga berita ini ditulis, Trump belum memberikan tanggapan resmi terkait kekalahan Amerika Serikat. Sementara itu, kapten tim AS, Tyler Adams, mengakui timnya gagal memenuhi ekspektasi publik yang telah memberi dukungan besar sepanjang turnamen.

Dengan tersingkirnya Amerika Serikat, perhelatan 2026 akan berlanjut tanpa kehadiran salah satu tuan rumah di babak selanjutnya.***

Tim Redaksi

Setyo
Reporter Setyo
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Setyo

Terbaru dari Setyo