Selain itu, Menko Muhaimin juga memberikan apresiasi khusus terhadap kebijakan sosial yang diterapkan oleh pesantren tersebut. Komitmen dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas tanpa membebani biaya menjadi teladan tersendiri bagi lembaga lain.
Tercatat ada hampir 500 santri dari berbagai latar belakang sosial yang mendapatkan pendidikan gratis di tempat ini. Kontribusi nyata dalam pengentasan kebodohan dan kemiskinan telah dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun.
“Al Hikmah 2 ini adalah salah satu contoh dari ribuan pesantren yang sejak awal memang memiliki komitmen pada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan, sekaligus menyiapkan masa depan anak-anak didik para santri,” tegas Menko Muhaimin.
Awal Mula Perjalanan Bisnis Kopi Sejak 2017
Inisiatif pengembangan komoditas kopi di lingkungan pesantren ini bermula dari visi jangka panjang pimpinan pondok. Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2, K.H. Sholahudin Masruri, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada komoditas kopi dimulai pada tahun 2017.
Dari pengalaman dan interaksi langsung dengan masyarakat di kawasan pegunungan, ia melihat potensi besar yang belum tergarap secara maksimal. Petani kopi lokal memerlukan pendampingan intensif agar hasil panen mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.
Bagi Kiai Sholahudin, penguatan ekonomi masyarakat bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial dan keagamaan. Kesejahteraan ekonomi yang baik akan menciptakan ketahanan sosial yang kokoh di tengah masyarakat desa.
Oleh karena itu, pesantren berinisiatif mengambil peran aktif sebagai jembatan penghubung antara potensi alam dan kesejahteraan warga. Berbagai sektor produktif mulai disentuh melalui program pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Pesantren kami mencoba menggiring masyarakat untuk bisa berkontribusi tinggi di bidang perekonomian, baik di perikanan, peternakan, ataupun pertanian,” ungkap Sholahudin.
Diversifikasi Usaha Melalui Pertanian dan Perikanan
Pengembangan ekonomi di lingkungan Al Hikmah 2 tidak hanya berfokus pada komoditas kopi saja. Berbagai inovasi sektor agrikultur dan akuakultur turut dikembangkan secara masif untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang tersedia.
Beberapa komoditas unggulan lain yang kini menjadi fokus pengembangan di antaranya adalah budidaya buah melon berkualitas tinggi serta perikanan air tawar. Pemanfaatan lahan secara produktif menjadi prioritas utama dalam mengelola aset-aset yang dimiliki pesantren.

