Portal Pantura – Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir 2025.
Program bersubsidi pemerintah ini menawarkan suku bunga rendah dan proses pengajuan sederhana bagi pengusaha yang kesulitan mengakses kredit perbankan konvensional.
Apa Itu KUR Mandiri?
KUR Mandiri merupakan fasilitas pembiayaan bersubsidi yang disalurkan Bank Mandiri untuk pelaku usaha produktif. Program ini ditujukan bagi UMKM yang belum memiliki agunan memadai namun memiliki usaha layak.
Dibanding kredit komersial, KUR Mandiri menawarkan keunggulan berupa bunga lebih ringan, proses lebih cepat, dan pilihan tenor fleksibel hingga 60 bulan.
Tujuan Program KUR 2025
Pemerintah merancang KUR sebagai instrumen strategis pengembangan ekonomi kerakyatan. Program ini bertujuan memperluas akses modal UMKM, mendorong pelaku usaha naik kelas, membuka lapangan kerja baru, dan menggerakkan perekonomian nasional.
Siapa Saja yang Bisa Mengajukan?
KUR Mandiri 2025 terbuka untuk berbagai kalangan, termasuk pelaku UMKM aktif, anggota keluarga pekerja tetap, pekerja migran Indonesia, pensiunan ASN/TNI/Polri yang berusaha, korban PHK, ibu rumah tangga dengan usaha mikro, hingga calon pekerja migran.
Persyaratan umum meliputi usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki usaha aktif dan produktif, tidak masuk daftar hitam perbankan, serta melengkapi KTP dan legalitas usaha.
Jenis-Jenis KUR Mandiri
Bank Mandiri menyediakan lima kategori KUR sesuai skala usaha:
KUR Super Mikro cocok untuk usaha pemula dengan modal terbatas. KUR Mikro ditujukan bagi usaha mikro yang sudah berjalan. KUR Kecil mendukung ekspansi bisnis skala lebih besar.
KUR PMI khusus melayani Pekerja Migran Indonesia. Sementara KUR Khusus menyasar sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, dan sektor unggulan daerah.
Sektor Prioritas Pembiayaan
Bank Mandiri memprioritaskan penyaluran ke sektor produktif. Di antaranya pertanian, perikanan, kehutanan, produksi garam rakyat, pariwisata dan jasa pendukung, konstruksi skala kecil, serta industri manufaktur UMKM.
Simulasi Angsuran KUR Mandiri 2025
Berikut estimasi cicilan bulanan berdasarkan plafon dan tenor:
Plafon Rp10 juta: cicilan Rp860 ribu (12 bulan), Rp443 ribu (24 bulan), atau Rp304 ribu (36 bulan).
Plafon Rp30 juta: cicilan Rp2,58 juta (12 bulan), Rp1,32 juta (24 bulan), atau Rp912 ribu (36 bulan).
Plafon Rp50 juta: cicilan Rp4,3 juta (12 bulan), Rp2,21 juta (24 bulan), atau Rp1,52 juta (36 bulan).
Plafon Rp100 juta: cicilan Rp8,6 juta (12 bulan), Rp4,43 juta (24 bulan), atau Rp3,04 juta (36 bulan).
Plafon Rp200 juta: cicilan mulai Rp17,2 juta (12 bulan) hingga Rp3,88 juta (60 bulan).
Plafon Rp500 juta: cicilan mulai Rp43 juta (12 bulan) hingga Rp9,66 juta (60 bulan).
Angka-angka tersebut bersifat simulasi. Nilai pasti ditentukan berdasarkan hasil analisis kredit bank.
Proses Penilaian Kredit
Bank Mandiri melakukan analisis kelayakan sebelum menyetujui pengajuan. Penilaian mencakup riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, stabilitas dan prospek usaha, serta kemampuan bayar pemohon.
Nasabah dengan riwayat pinjaman sebelumnya biasanya diminta melampirkan surat keterangan lunas.
Cara Mengajukan KUR Mandiri
Pengajuan dapat dilakukan melalui tiga jalur: mendatangi kantor cabang atau unit mikro Bank Mandiri terdekat, mengakses informasi resmi di situs bankmandiri.co.id, atau menghubungi Mandiri Call 14000.
Dengan memahami simulasi angsuran, persyaratan, dan mekanisme pengajuan, pelaku UMKM dapat mempersiapkan diri lebih baik sebelum mengakses pembiayaan KUR Mandiri 2025.***

