Portal Pantura – Dunia e-commerce Indonesia kembali dihebohkan kabar mengejutkan. Aplikasi Tokopedia disebut akan segera ditutup oleh TikTok.
Kabar ini pertama kali mencuat dari akun Instagram @ecommurz. Informasi tersebut diklaim bersumber dari empat orang yang mengetahui rencana penutupan platform belanja online milik William Tanuwijaya ini.
Pengguna Dialihkan ke TikTok Shop
Meski aplikasi Tokopedia akan ditutup, pengguna tidak perlu khawatir. Mereka tetap bisa berbelanja melalui platform pengganti, yakni TikTok Shop.
Yang menarik, TikTok Shop nantinya akan beroperasi sebagai aplikasi terpisah. Tidak lagi menyatu dengan aplikasi TikTok utama seperti saat ini.
Perubahan ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi besar TikTok dalam menata bisnis e-commerce mereka di Indonesia.
Tanggapan Resmi TikTok
Menanggapi kabar yang beredar, juru bicara TikTok memberikan pernyataan singkat. Mereka menegaskan komitmen untuk terus berinvestasi di Tokopedia dan pasar Indonesia.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” ujar juru bicara TikTok.
Namun, pihak TikTok tidak secara eksplisit mengonfirmasi atau membantah rencana penutupan aplikasi Tokopedia.
Pergantian CEO Jadi Sinyal Awal
Kabar penutupan ini muncul seminggu setelah TikTok melakukan perombakan manajemen. Melissa Siska Juminto yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Tokopedia dipindahkan ke posisi komisaris.
Melissa telah memimpin Tokopedia sejak perusahaan tersebut masih menjadi bagian dari ekosistem GoTo.
Perubahan ini dianggap sebagai sinyal awal bahwa TikTok akan melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Tokopedia.
Akuisisi ByteDance dan Dampaknya
Untuk diketahui, GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance pada Januari 2024. ByteDance adalah perusahaan induk dari TikTok.
Sejak akuisisi tersebut, perubahan besar terus terjadi di internal perusahaan.
Ratusan Karyawan Terdampak PHK
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar 420 karyawan Tokopedia telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Agustus 2025.
Rinciannya, 240 pekerja di-PHK pada Agustus 2025. Sebelumnya, pada Juli 2025, sebanyak 180 karyawan juga telah dikurangi.

