Sudah Diuji di Enam Sektor
Pengujian B50 dilakukan pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api. Uji coba melibatkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk, kapal, kereta api, alat pertanian, hingga ekskavator, dengan hasil yang memuaskan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kadar air B50 justru lebih rendah dibandingkan B40, menandakan kualitas bahan bakar yang lebih baik.
Sejauh ini, PT Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan sekitar 37,92 juta liter B50 tahap awal ke berbagai wilayah, melalui 29 dari 126 terminal BBM milik Pertamina.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Pemerintah memproyeksikan implementasi B50 memberi dampak signifikan. Pada 2025, program B40 menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun, dan melalui B50 pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp170 triliun.
Selain itu, B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah CPO dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂ pada 2026.
Catatan: ada sedikit variasi angka penghematan devisa di sejumlah sumber, salah satu media menyebut proyeksi hingga Rp157,28 triliun. Angka Rp170 triliun yang dipakai di atas mengacu pada pernyataan resmi dalam laporan Kementerian ESDM dan pidato peluncuran.***

