Menurutnya, sistem seleksi yang digunakan dirancang untuk memberikan penilaian objektif dan transparan. Hasil dari masing-masing tahapan tes akan direkap dan diumumkan setelah seluruh proses selesai.
Dengan sistem CBT, nilai peserta akan langsung muncul setelah tes selesai, sehingga meminimalkan kemungkinan manipulasi. Hal ini penting untuk menjaga integritas proses rekrutmen perangkat desa.
Selain pihak kecamatan dan sekolah, perwakilan dari desa-desa terkait juga turut hadir memantau jalannya seleksi. Proses pengawasan dilakukan secara terbuka agar hasil seleksi dapat diterima semua pihak.
Pelaksanaan seleksi perangkat desa ini mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Sebab, keberadaan perangkat desa yang kompeten sangat menentukan kelancaran administrasi dan pelayanan publik di tingkat desa.***
Tim Redaksi

