Senin 14 Juli 2025 Warga dari desa-desa tetangga datang berbondong-bondong menuju kawasan Wisata Rembulan lokasi prosesi Ruwat Bumi Desa Rembul Bojong Tegal.
Suasana penuh kegembiraan tercipta. Anak-anak berlarian membawa balon, para ibu menjajakan jajanan tradisional seperti apem, cenil, dan gethuk.
Di sudut balai desa, para sesepuh duduk bersila dalam balutan blangkon dan kain lurik, memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Rembul menjadi panggung bagi pertemuan antara spiritualitas, kekeluargaan, dan kekayaan budaya.
Tradisi Sedekah Bumi tidak hanya menjaga hubungan manusia dengan alam, tetapi juga memperkuat jalinan sosial. Gotong royong, toleransi, dan nilai kebersamaan terus hidup melalui upacara seperti ini.
Dalam balutan budaya, warga menemukan kembali jati diri dan semangat kolektif yang mungkin mulai tergerus zaman.
Saat senja menjelang, tumpeng hasil bumi pun dibagi kepada warga. Saling berebut namun penuh tawa, mereka percaya bahwa setiap sayur, buah, atau sejumput tanah yang mereka bawa pulang telah diberkahi.
Sedekah Bumi Desa Rembul bukan sekadar perayaan. Tetapi justru Ia adalah cermin dari cara masyarakat di wilayah Kecamatan Bojong menjaga keseimbangan antara tradisi, alam, dan kehidupan modern.***
Baca Juga:
VIDEO Sensasi Mancing di Pasar Malam
❯

