Ukuran teks
- Imam: “Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa” (Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala)
- Makmum: Sama dengan niat imam, namun diganti “ma’muuman” (sebagai makmum)
- Sendiri: Tanpa menyebut “imaaman” atau “ma’muuman”
Tata Cara: Salat tarawih dikerjakan dua rakaat salam, diulang hingga mencapai jumlah yang dikehendaki (umumnya 8 atau 20 rakaat). Setiap dua rakaat terdiri dari:
- Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah
- Al-Fatihah dan surat pendek
- Rukuk, itidal, sujud dua kali dengan duduk di antaranya
- Pada rakaat kedua, ditambah tasyahud akhir dan salam
Setelah tarawih selesai, biasanya dilanjutkan dengan salat witir sebagai penutup.
Persiapan Menyambut Ramadhan
Dengan jadwal yang sudah diprediksi, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Baik mengikuti jadwal pemerintah maupun Muhammadiyah, yang terpenting adalah melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan istiqamah.
Untuk kepastian jadwal di wilayah masing-masing, masyarakat dapat memantau pengumuman dari masjid setempat atau organisasi Islam yang diikuti. Semoga Ramadhan 1447 H membawa berkah dan ampunan bagi seluruh umat Islam.***
Berita Pilihan

