
Sementara itu, Wardoyo dari Kelompok Pengelola Wilayah Pemali menyebutkan bahwa akibat lambannya perbaikan ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran.
“Kami baru bisa mengerjakan jika ada anggaran tersedia. Untuk sementara, akan ada perbaikan ringan, sedangkan saluran yang longsor akan menunggu usulan resmi dari Kepala Desa,” jelas Wardoyo.
Dikatakan Kepala Desa Mulyoharjo, Tak hanya mengganggu irigasi kerusakan ini juga berdampak serius pada lingkungan sekitar.
Basir menjelaskan bahwa longsornya saluran irigasi yang melintasi Sungai Krupak menyebabkan sungai kerap meluap ke pemukiman warga apalagi saat musim hujan.
Arus deras juga menggerus bantaran sungai, merobohkan pondasi talang air dari Sekunder Sawitali.
“Pondasi ambrol setinggi enam meter di bawah talang dan empat meter di dekat jembatan jalan raya, sekitar 80 meter ke utara. Ini sangat membahayakan,” lanjut Basir.
Menyikapi kondisi ini, Supriyanto dari DPU Kabupaten Tegal menyatakan akan segera melaporkan kerusakan tersebut langkah perbaikan segera dilakukan.***

