UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Kapan Lailatul Qadar 2026? Tanggal Pasti dan Amalan Sunnah yang Jangan Dilewatkan

×

Kapan Lailatul Qadar 2026? Tanggal Pasti dan Amalan Sunnah yang Jangan Dilewatkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi buka puasa. (Pexels/Thirdman)
Ilustrasi buka puasa. (Pexels/Thirdman)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Jutaan Muslim di seluruh dunia menantikan kehadiran Lailatul Qadar setiap tahunnya. Malam yang dimuliakan ini hanya hadir sekali dalam setahun, tepatnya di bulan .

Dalam surah Al-Qadr ayat 3, Allah berfirman bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Bayangkan—hanya satu malam memiliki nilai spiritual setara dengan 83 tahun ibadah!

Namun, tidak ada satu pun manusia yang tahu pasti kapan malam istimewa ini tiba. Allah SWT menyembunyikan keunikan ini dengan alasan yang mendalam. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk yang sangat membantu umatnya.

Tanggal Lailatul Qadar 2026 Berdasarkan Hadits Sahih

iklan

Berdasarkan hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir . Inilah panduan yang patut diikuti.

Jika 1447 H dimulai pada 19 Februari 2026, maka perkiraan tanggal Lailatul Qadar 2026 adalah:

  • Malam 21 : Selasa, 10 Maret 2026 malam
  • Malam 23 : Kamis, 12 Maret 2026 malam
  • Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
  • Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam
  • Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam

Para umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan kelima malam tersebut dengan optimal. Jangan hanya menunggu satu malam, tetapi aktif beribadah di semua malam ganjil untuk memastikan tidak melewatkan berkah Lailatul Qadar.

Bagaimana Cara Rasulullah SAW Menyambut Lailatul Qadar?

Catatan sejarah menunjukkan dedikasi Nabi Muhammad SAW terhadap malam istimewa ini sangat luar biasa. Saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, beliau tidak hanya beribadah biasa, tetapi menunjukkan semangat yang berbeda.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW “mengencangkan ikat pinggang” dan membangunkan istri-istri beliau untuk beribadah bersama. Istilah ini dalam hadits menunjukkan komitmen maksimal beliau terhadap ibadah.

Beliau tidak pernah melewatkan sepuluh hari terakhir Ramadan begitu saja. Setiap malam, setiap waktu dimanfaatkan untuk mendekat kepada Allah melalui berbagai amal soleh.

Tujuh Sunnah untuk Meraih Lailatul Qadar

Mengikuti sunnah Nabi adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat Lailatul Qadar. Berikut yang dianjurkan berdasarkan praktik Rasulullah SAW:

Julista Putri

Terbaru dari Julista Putri