Salat Isya dan Subuh Berjamaah Imam Syafi’i menyatakan bahwa siapa yang menghadiri kedua salat ini pada malam Lailatul Qadar telah mengambil bagian dari berkah malam tersebut.
Memperpanjang Salat Malam (Qiyamul Lail) Rasulullah SAW selalu memperpanjang salat tahajud dengan penuh kekhusyukan pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Ini adalah amalan utama yang tidak boleh ditinggalkan.
Itikaf di Masjid Nabi Muhammad SAW sampai akhir hayatnya selalu melakukan itikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir. Istri-istri beliau pun meneruskan tradisi mulia ini.
Membaca Doa Lailatul Qadar Aisyah RA bertanya kepada Nabi tentang doa yang tepat. Beliau mengajarkan: “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun yang menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
Memperbanyak Istigfar Terutama saat sahur, sebagai wujud pengakuan dosa dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.
Membaca Al-Qur’an (Tilawah) Jibril turun untuk bertadarus bersama Rasulullah SAW setiap Ramadan. Imam Syafi’i sendiri mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali dalam sebulan Ramadan.
Bersedekah Rasulullah SAW menegaskan bahwa sedekah terbaik adalah sedekah di bulan Ramadan. Ini menyempurnakan keseimbangan antara ibadah ritual dan tanggung jawab sosial.
Kombinasi Amalan Sempurna
Menurut Al-Hafizh Ibnu Rajab, amalan paling sempurna di Lailatul Qadar adalah memadukan empat unsur: salat malam, tilawah Al-Qur’an, doa, dan tafakur. Keempatnya saling melengkapi dan mengangkat derajat ibadah seorang Muslim.
Jangan tunggu malam yang pasti datang. Mulailah persiapan sejak awal Ramadan agar siap menyambut berkah Lailatul Qadar dengan penuh khidmat.***

