Nurudin berjanji mengembalikan dana secara cicilan selama lima tahun. Namun hingga kini, tidak ada cicilan yang dibayarkan.
Data Pemberitaan Dinilai Tidak Akurat
Ghofur menyayangkan pemberitaan dugaan korupsi yang menyebutkan data tidak sesuai fakta dsn tidak melalui konfirmasi ke pemerintah desa.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan pengurus BUMDes menjabat periode 2017-2024. Faktanya, Nurudin mengundurkan diri pada 1 Maret 2021 dengan surat bermaterai.
“Data yang beredar dan diberitakan tidak sesuai kenyataan. Ini sangat disayangkan,” tegasnya.
Sekretaris Desa Negarayu Fathoni menambahkan, pihaknya menerima surat dari sebuah media massa berisi data BUMDes. Namun banyak kejanggalan ditemukan.
Salah satunya klaim gedung BUMDes tidak dibangun. Padahal faktanya, gedung sudah berdiri lama di depan balai desa.
Pemberitaan miring berdampak pada kondisi psikologis keluarga Ghofur, terutama anak dan istri.
Imbas Psikologis Keluarga
“Ini risiko pekerjaan. Jangan sampai kinerja kendor karena kejadian ini,” harap Ghofur.
Sekretaris desa mengimbau warga tidak mudah percaya isu yang beredar. Ia meminta masyarakat klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi.
“Klarifikasi dulu dengan kabar-kabar yang tidak mengenakan,” pungkasnya.***

