“Seharusnya setiap event memiliki rekomendasi dari induk olahraga terkait. Kalau tidak ada rekomendasi,
Maka kualitas penyelenggaraannya patut dipertanyakan karena perangkat pertandingan dan sistem pengawasannya juga tidak jelas,” katanya.
KONI Kabupaten Tegal menyoroti fenomena maraknya event lari viral di media sosial yang kerap memicu masyarakat mengikuti tren tanpa mengecek langsung legalitas penyelenggara.
Bambang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terdorong fenomena fear of missing out (FOMO) dan mengutamakan faktor keamanan serta keselamatan pribadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak hanya ikut-ikutan tren. Pastikan event miliki izin resmi penyelenggara jelas, serta ada koordinasi dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga terkait,” pungkasnya.***

