Menurutnya, beberapa pihak memang berupaya melemahkan gerakan pemekaran Kabupaten Brebes. Caranya dengan menyebarkan kabar bohong dan fitnah kepada pengurus KPPKB.
“Ada yang ingin menggembosi Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes,” ujarnya.
Imam Santoso mengajak semua pegiat pemekaran tetap fokus pada tujuan utama. Yakni memperjuangkan terbentuknya daerah otonom baru yang lebih dekat dengan masyarakat.
Wacana Pemekaran Brebes
Wacana pemekaran Kabupaten Brebes telah bergulir cukup lama. Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi daerah mendukung pembentukan kabupaten baru.
Alasan utama pemekaran adalah luasnya wilayah Brebes yang mencapai 1.902 kilometer persegi. Kondisi ini dinilai menyulitkan pelayanan pemerintah kepada warga.
Jarak dari ibukota kabupaten ke wilayah perbatasan mencapai puluhan kilometer. Hal ini membuat akses masyarakat terhadap layanan publik menjadi terhambat.
KPPKB terus mengonsolidasikan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda.
Pembukaan sekretariat pada Februari 2026 menjadi langkah strategis memperkuat basis gerakan. KPPKB berharap dapat mengumpulkan lebih banyak dukungan dari warga Brebes.
Upaya ini dilakukan agar aspirasi pemekaran dapat tersampaikan ke tingkat provinsi hingga pusat. Nantinya, usulan pemekaran akan diajukan secara resmi sesuai regulasi yang berlaku.
KPPKB optimistis wacana pemekaran akan mendapat respons positif dari pemerintah. Dengan persiapan matang dan dukungan luas, harapan terbentuknya kabupaten baru semakin terbuka.***

