Para mahasiswa akan tersebar di berbagai kelurahan di Kota Tegal, berinteraksi langsung dengan warga, guru, dan pelaku UMKM.
Mereka akan mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat, menggelar pelatihan ekonomi kreatif, dan merancang program kolaboratif berbasis potensi lokal.
Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta, Prof. Dr. Hamam Hadi turut menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa. Ia menekankan bahwa pengabdian ini adalah bagian dari proses pembelajaran yang tidak akan ditemukan di ruang kelas.
“Kami berharap semua mahasiswa dapat berkontribusi nyata dan sekaligus belajar langsung dari lapangan. Kota Tegal adalah Kota Bahari yang indah. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Prof. Hamam mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, kesehatan, dan keselamatan selama masa pengabdian.
“Pengabdian masyarakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar untuk menjadi lebih bijak dan rendah hati,” tambahnya.
Bagi banyak mahasiswa, ini akan menjadi kali pertama mereka tinggal dan hidup bersama masyarakat luar kampus dalam waktu cukup panjang.
Pengalaman ini akan menguji kemampuan mereka dalam beradaptasi, memecahkan masalah, dan membangun empati.
Kota Tegal, dengan segala dinamika dan kehangatan warganya, kini menjadi rumah kedua bagi mereka. Di sini, teori bertemu praktik, dan idealisme muda bersentuhan dengan realita sosial.
Dari gang-gang kecil hingga pusat-pusat komunitas, jejak langkah mahasiswa Alma Ata akan menyapa warga. Bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian dari perjalanan bersama menuju perubahan yang lebih baik.***
Tim Redaksi


