Portal Pantura, Brebes – Pekarangan rumah yang selama ini dibiarkan kosong kini mulai dilirik sebagai lahan produktif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban menggelar program pembagian bibit dan benih kangkung kepada ibu-ibu Muslimat RT 02 RW 01, Dusun Nagawiru, Desa Kalilangkap, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan pengajian rutin warga setempat, sehingga suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penerimaan bibit hingga pemaparan singkat tentang teknik penanaman dan perawatan kangkung di rumah.
Berawal dari Observasi Lapangan
Program ini tidak muncul begitu saja. Mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi langsung dengan warga sebelum merancang kegiatan. Dari situ, mereka menemukan bahwa sebagian besar rumah di Dusun Nagawiru memiliki lahan pekarangan yang cukup luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Kangkung dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal mudah dibudidayakan, tidak memerlukan perawatan yang rumit, dan memiliki masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar tiga hingga empat minggu setelah tanam. Pilihan ini dinilai tepat bagi warga yang baru memulai kegiatan berkebun di rumah.
Lebih dari Sekadar Bagi-Bagi Benih
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan mahasiswa KKN menegaskan bahwa program ini bukan semata-mata soal pembagian benih. Lebih dari itu, ada pesan edukasi yang ingin disampaikan, yaitu pentingnya ketahanan pangan di level keluarga.
“Dengan menanam sendiri sayuran di pekarangan, kebutuhan gizi keluarga bisa lebih terpenuhi sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Universitas Peradaban kepada warga.
Selain manfaat ekonomi dan gizi, kegiatan berkebun juga dipromosikan sebagai aktivitas yang bisa mempererat kebersamaan antaranggota keluarga. Nilai sosial inilah yang turut ditekankan mahasiswa kepada para peserta.
Warga Antusias, Ingin Kembangkan Lebih Jauh
Respons positif datang dari para ibu Muslimat yang hadir. Mereka menyambut baik program ini dan mengaku merasa terbantu. Bahkan, beberapa peserta menyampaikan keinginan untuk mengembangkan tanaman sayuran lain di pekarangan mereka, tidak hanya kangkung, jika ada program lanjutan dari mahasiswa KKN.
Semangat dan partisipasi aktif warga itu menjadi sinyal bahwa program sederhana ini mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa
Bagi para mahasiswa KKN Universitas Peradaban, kegiatan ini memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya dari bangku kuliah. Berinteraksi langsung dengan masyarakat mengajarkan mereka tentang pentingnya komunikasi yang efektif, kerja sama tim, serta kepekaan dalam membaca kebutuhan lingkungan.
Program pembagian bibit kangkung ini pun diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran kolektif warga Dusun Nagawiru untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga yang berkelanjutan.
Keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat, dalam skala kecil sekalipun, membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan warga dapat menghasilkan dampak yang nyata dan terasa langsung, mulai dari pekarangan rumah hingga meja makan keluarga.
- Penulis: KKN Kelompok 2 Universitas Peradaban di Desa Kalilangkap.

