Portal Pantura - Menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Sebuah bibit yang ditanam di halaman rumah, kebun, atau lahan yang tersedia dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti. Semangat itulah dibawa Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melalui pembagian bibit tanaman kepada masyarakat di kawasan Alun-Alun Hanggawana Slawi, Kabupaten Tegal. Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (26/8/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan bibit Macadamia dan Durian dibagikan kepada pengguna jalan serta masyarakat yang melintas. Selain bibit Macadamia dan Durian masyarakat juga mendapatkan minuman kecil sebagai bagian dari kegiatan berbagi dalam momentum kemerdekaan. Lebih dari sekadar pembagian tanaman, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengajak masyarakat melihat kembali pentingnya menjaga lingkungan. Bibit yang diberikan diharapkan tidak hanya dibawa pulang, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat hingga tumbuh menjadi tanaman yang memberikan manfaat. Lingkungan yang hijau merupakan salah satu fondasi penting bagi kehidupan. Pepohonan membantu menyediakan oksigen, menyerap karbon dioksida, memberikan keteduhan, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan tanaman juga menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis burung, serangga, dan organisme lain yang memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan alam. Administratur/Kepala Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa pembagian bibit menjadi upaya untuk menyosialisasikan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong masyarakat gemar merawat tanaman. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak semestinya hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ajakan tersebut memiliki makna penting karena penghijauan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, lembaga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Ketika setiap orang menanam dan merawat pohon, lingkungan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi ruang hidup yang sehat dan nyaman. Bibit durian dan macadamia yang dibagikan juga memiliki nilai produktif. Apabila dirawat dengan baik, tanaman tersebut dapat menghasilkan buah yang bermanfaat bagi pemiliknya. Artinya, upaya penghijauan tidak hanya menghadirkan manfaat ekologis, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di kemudian hari. Gandi, salah seorang pengguna jalan menerima bibit, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pembagian bibit karena kegiatan itu tidak hanya memberikan tanaman, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Merawat tanaman memang membutuhkan waktu. Bibit yang masih kecil tidak akan langsung memberikan keteduhan atau menghasilkan buah. Namun, di situlah nilai penting dari kegiatan penghijauan: manfaat lingkungan merupakan hasil dari kepedulian yang dilakukan secara konsisten. Satu bibit mungkin terlihat sederhana. Namun, jika ditanam oleh ratusan orang dan dirawat dengan penuh kesadaran, jumlahnya dapat berkembang menjadi ruang hijau memberikan manfaat bagi banyak makhluk hidup. Dari tangan masyarakat, bibit-bibit tersebut diharapkan tumbuh menjadi pohon yang memperkuat kualitas lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang. Melalui semangat gotong royong, menjaga alam dapat dimulai dari tindakan paling sederhana. Menanam hari ini berarti menyiapkan keteduhan, udara yang lebih baik, dan lingkungan yang lebih lestari untuk masa depan.***