Rapat ini akan merumuskan berbagai kegiatan mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan dan juga masyarakat serta hingga penguatan kelembagaan.
Namun, kehadiran anak-anak yatim dalam forum ini menyampaikan pesan yang lebih luas: bahwa pembangunan tidak boleh melupakan kelompok rentan.
Di tengah perdebatan prioritas program, dan di sela penyusunan angka-angka anggaran, kehadiran mereka yang telah terpinggirkan menjadi pengingat penting.
Terutama bagi pengambil keputusan bahwa setiap rupiah dalam APBDes harus kembali kepada masyarakat tanpa terkecuali.
Desa Kalibakung mungkin hanyalah satu dari ribuan desa di Indonesia, tetapi langkah kecil ini memberi makna besar. Bahwa membangun desa bukan hanya soal “apa yang dibangun”, tetapi “siapa yang diperhatikan”.
Dengan menyelaraskan dokumen formal RKPDes dan nilai-nilai kemanusiaan, Kalibakung menorehkan jejak bahwa desa bisa tumbuh bukan hanya dengan rencana, tapi juga dengan rasa.***

