Salah satu pengunjung, Mahmudah, mengaku sering datang ke lokasi tersebut bersama keluarga untuk menunggu waktu berbuka.
Menurutnya, pemandangan di Tikungan Angkruk tidak kalah menarik dibandingkan tempat wisata berbayar.
“Kalau cuaca cerah, Gunung Slamet terlihat jelas sekali dari sini. Rasanya seperti berada di tempat wisata, padahal lokasinya dekat dan gratis. Sambil menunggu berbuka juga bisa sekalian cari takjil. Anak-anak juga senang kalau ada kereta lewat,” ujarnya.
Meski demikian, meningkatnya jumlah pengunjung juga menjadi perhatian masyarakat setempat. Karang Taruna bersama tokoh desa mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban dan berhati-hati saat berada di sekitar lokasi.
Pasalnya, Tikungan Angkruk merupakan jalur yang masih aktif digunakan kendaraan, terutama di area tikungan dan jembatan desa. Pengunjung diminta tidak memarkir kendaraan sembarangan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Dengan panorama alam yang indah, kuliner rakyat yang ramah di kantong, serta pemandangan kereta api yang melintas di bawah jembatan, Tikungan Angkruk Galuhtimur kini menjadi salah satu alternatif ngabuburit yang menarik bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya selama bulan Ramadan.***

