Jangan abaikan tanda peringatan ini karena bisa berakibat pada biaya perbaikan yang mahal nantinya.
3. Test Drive untuk Uji Perpindahan Gigi
Perpindahan gigi yang bermasalah umumnya baru terdeteksi saat test drive. Pastikan mencoba mobil di berbagai kondisi jalan.
Uji akselerasi dari kecepatan rendah hingga tinggi. Perpindahan gigi seharusnya halus tanpa hentakan atau jeda yang terlalu lama.
Coba juga di tanjakan untuk memastikan transmisi mampu menurunkan gigi dengan responsif. Lakukan pengereman mendadak untuk melihat respons transmisi saat deselerasi.
Jika terasa ada sensasi selip, hentakan keras, atau suara mendengung saat perpindahan gigi, ini pertanda transmisi sudah aus dan perlu perbaikan.
4. Periksa Kebocoran Oli Transmisi
Inspeksi visual di area bawah mobil sangat penting. Gunakan senter untuk melihat komponen transmisi dari bawah kendaraan.
Perhatikan apakah ada tetesan atau rembesan cairan di sekitar rumah transmisi. Oli transmisi umumnya berwarna merah, namun bisa berubah cokelat atau kehitaman jika sudah kotor.
Kebocoran oli transmisi tidak boleh dianggap sepele. Meski terlihat kecil, kebocoran bisa menyebabkan kerusakan serius jika dibiarkan.
Tanyakan kepada penjual apakah transmisi pernah dibongkar untuk servis besar. Riwayat servis transmisi penting untuk menilai kondisi komponen internal.
5. Telusuri Riwayat Kecelakaan dan Banjir
Latar belakang kendaraan sangat mempengaruhi kondisi mekanis secara keseluruhan. Tanyakan secara detail apakah mobil pernah mengalami kecelakaan atau terendam banjir.

