“Gatotkaca adalah tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keberanian menghadapi kekuatan besar. Nilai-nilai itu yang saya bawa ke instalasi ini,” ungkapnya.
Robot Gatotkaca dipamerkan dalam acara pelantikan Sudirman Said sebagai Rektor UHN Tegal pada 9 Agustus 2025, sekaligus momen peresmian universitas hasil dari penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan STMIK YMI.
Tak hanya robot yang jadi sorotan. Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran karya mahasiswa, booth UMKM, serta kuliah umum oleh jurnalis dan aktivis pendidikan Najwa Shihab, yang mengangkat tema Shaping Future Leader.
Sudirman dan Najwa sempat berkeliling melihat karya-karya yang dipamerkan, dan berhenti cukup lama di depan robot Gatotkaca. Dalam momen itu, terlihat jelas kekaguman sekaligus harapan bahwa seni dan teknologi bisa berjalan beriringan.
“Talenta seperti ini layak diberi ruang di universitas. Karena di sinilah peradaban dibangun,” ujar Sudirman dalam pidatonya.
Instalasi Gatotkaca bukan karya pertama Umar yang menembus dunia. Karyanya telah dipamerkan di galeri seni di Australia dan Jerman.
Namun tampil di kampus yang baru berdiri, dengan filosofi “Harkat” (gerakan menuju kemuliaan), memberinya makna tersendiri.
UHN sendiri berdiri dengan visi besar: membangun peradaban lewat pendidikan terapan yang berpihak pada rakyat.
Dengan 4 program studi di Fakultas Sains dan Teknologi, kampus ini berharap bisa mencetak lulusan dengan kompetensi global namun berpijak pada nilai-nilai lokal.
Instalasi Gatotkaca bukan sekadar pertunjukan visual. Ia adalah pertemuan antara limbah dan nilai, antara lokal dan global, antara masa lalu dan masa depan. Di tangan Umar Mustofa, limbah menjadi legenda.

