Portal Pantura – Pagi itu, Senin, 19 Mei 2025, suasana di SPBU 34-17120, Bekasi Timur, tidak berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Hiruk-pikuk kendaraan dan suara mesin pompa bahan bakar jadi latar harian bagi para petugas yang bekerja. Namun, di balik rutinitas itu, sebuah kejadian mengubah segalanya.
Zulfikar, seorang tenaga bantuan yang dikenal tekun dan bersahaja, ditemukan dalam kondisi lemas di ruang “dombak”, sebuah ruang yang jarang dikenal oleh publik, namun vital sistem operasional SPBU.
Ruang dombak yakni bagian atas tangki bahan bakar yang berfungsi sebagai titik pemeriksaan rembesan air atau BBM merupakan tempat kerja harian Zulfikar.
Ia biasa memeriksanya setiap pagi, kadang kala sebelum pengawas datang. Namun pagi itu, ada yang berbeda.
“Saya cari Zulfikar, tidak ada jawaban. Saya lihat pintu ruang dombak terbuka, dan ketika saya periksa, dia duduk lemas di pojok ruangan,” tutur Arifin, pengawas SPBU yang pertama kali menemukan korban.
Seketika, Zulfikar dibawa ke RS Amanda, Tambun Selatan. Namun takdir berkata lain, Zulfikar dinyatakan meninggal dunia pukul 07.30 WIB.
Riwayat yang Telah Lama Disimpan
Kematian Zulfikar tidak serta-merta dianggap kecelakaan kerja. Setelah dilakukan investigasi oleh Polsek Bekasi Timur, Pertamina MOR 3 Regional JBB, dan manajemen SPBU,

