IKLAN
Gaya Hidup

11 Makanan yang Diam-Diam Merusak Otak, Ada yang Dianggap Sehat

Avatar photo
×

11 Makanan yang Diam-Diam Merusak Otak, Ada yang Dianggap Sehat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: Citra Dwi fardiah/Pexels)
Ilustrasi. (Foto: Citra Dwi fardiah/Pexels)

Cara terbaik: makan buah utuh langsung. Jika ingin minuman segar, coba air infused dengan mint dan irisan jeruk.

Daging Alternatif Berbasis Tumbuhan

Label “berbasis tumbuhan” tidak otomatis berarti sehat.

IKLAN

Banyak produk daging imitasi mengandung minyak biji-bijian dan perisa sintetis. Zat-zat ini dapat mengganggu keseimbangan neurotransmitter dan meningkatkan stres oksidatif di otak.

Lebih baik pilih protein nabati alami: lentil, kacang chickpea, atau tempe panggang.

Ikan Todak

Ikan todak mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Fakta ini kerap luput dari perhatian.

Dr. Janine Bowring, ahli neuroscience, memperingatkan bahwa logam berat seperti merkuri dapat merusak sel-sel otak. Akumulasinya berkaitan dengan gangguan memori, sulit fokus, hingga keterlambatan perkembangan kognitif.

Margarin

Margarin mengandung lemak trans—hasil dari proses hidrogenasi minyak nabati. Lemak ini memicu peradangan di otak dan sistem saraf.

Menurut Bowring, lemak trans mengganggu kerja membran sel otak sehingga komunikasi antar sel terhambat. Bahkan produk berlabel “sehat” tetap berisiko bila dikonsumsi berlebihan.

Kentang Goreng

Minyak nabati yang digunakan untuk menggoreng kentang mengandung lemak tak jenuh ganda (PUFA) yang bersifat pro-inflamasi.

Bowring menegaskan berbagai studi membuktikan konsumsi gorengan berlebih menurunkan kemampuan otak. Kandungan kalori tinggi, lemak trans, dan senyawa akrilamida dalam kentang goreng menjadi kombinasi berbahaya bagi kesehatan saraf.

Tim Redaksi

Julista Putri
Reporter Julista Putri
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura