Portal Pantura, Brebes – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Brebes sangat memprihatinkan. Hampir 90 persen lampu jalan dalam keadaan mati.
“Jika ada 10 PJU, hanya 1 yang hidup,” kata Imam Sairi, anggota DPRD Brebes.
Pernyataan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Aula Kecamatan Bumiayu, Senin (2/2/2026).
Bayar Penuh Meski Lampu Mati
Yang lebih mengejutkan, Pemerintah Kabupaten Brebes tetap membayar tagihan listrik secara penuh kepada PLN.
Padahal kondisi PJU mayoritas tidak berfungsi.
“Pemda Brebes tetap bayar penuh meskipun lampu mati, sekitar Rp38 miliar,” ungkap Imam.
Angka fantastis ini dinilai sangat merugikan keuangan daerah. Pembayaran tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima masyarakat.
Usulan Meterisasi untuk Efisiensi
Melihat kondisi pemborosan ini, DPRD Brebes mengusulkan solusi konkret.
Ade Apriyanto, anggota DPRD Brebes, mengusulkan sistem meterisasi pada seluruh PJU.
“Dengan meteran, akan terlihat jelas berapa kilowatt yang dipakai,” jelas Ade.
Sistem ini dianggap lebih adil dan transparan. Pemda hanya perlu membayar sesuai pemakaian aktual, bukan estimasi atau pembayaran flat.
Meterisasi juga akan memudahkan kontrol dan evaluasi kinerja PJU di lapangan.
Keluhan Masyarakat Terus Mengalir
Minimnya penerangan jalan menjadi keluhan rutin warga Brebes. Kondisi ini berdampak pada keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di malam hari.
Ade mengakui banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait PJU mati.
Namun ada kendala teknis yang dihadapi. Salah satunya, wilayah Brebes bagian selatan hanya memiliki satu unit mobil perawatan.

