ASN juga didorong meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil. Bagi yang tinggal dalam radius 1,5 kilometer dari kantor, berjalan kaki menjadi pilihan utama. Jarak hingga 10 kilometer dengan kontur datar, sepeda atau sepeda listrik diutamakan.
Bagi yang lebih jauh, transportasi umum atau carpooling menjadi solusi. Penggunaan kendaraan dinas jabatan pun dipangkas maksimal 50 persen.
Setiap Jumat, sebagian ASN menerapkan work from home (WFH) secara bergiliran. Namun layanan publik tetap berjalan penuh, terutama di rumah sakit, Samsat, dan sektor pendidikan.
“Sudah diatur. Tidak semua WFH karena pelayanan masyarakat tidak boleh terputus. Pimpinan tetap masuk,” jelas Ahmad Luthfi.
Rapat, bimbingan teknis, seminar, dan konferensi pun diarahkan ke format hybrid — memadukan tatap muka dengan daring — untuk menekan perjalanan dinas yang tidak mendesak.
2.000 Desa Mandiri Energi
Upaya hemat energi tidak berhenti di gedung pemerintahan. Pemprov Jateng mendorong kemandirian energi hingga ke tingkat desa.
Saat ini, sekitar 2.000 desa mandiri energi telah berkembang di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Di sisi korporasi, BUMD PT Jateng Petro Energi (JPEN) mulai memasarkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif rumah tangga. Produk ini berbasis sumber energi terbarukan.
Pemerintah provinsi juga memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang telah beralih ke energi baru terbarukan. Kebijakan ini disebut sebagai fondasi membangun industri hijau di Jawa Tengah.
Inisiatif pemanfaatan sel surya di lingkungan kantor pemerintahan juga mulai didorong sebagai bagian dari ekosistem energi berkelanjutan.

